Sabtu, 21 Juni 2014

[RISET PROJECT] Peran Lensa Cembung dalam Mikroskop Sederhana

Aloha~
Menjelang libur panjang, saya dapat tugas nih, bikin riset project sebagai syarat mendapat KHS. Oke sebenarnya tugas ini saya kerjakan bersama dua teman saya yang lain. Desi Normasari dan Annisa Agustina Ansory (blogpunyahwan.wordpress.com), keduanya kelas X-MIPA-A sedangkan saya X-MIPA-H
Yuk Cekidooott


-----



Bab I
Pendahuluan

1.     Latar Belakang
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboraturium untuk dapat mengamati organisme yang berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi.
Mikroskop dalam pembuataannya sendiri menggunakan satu jenis lensa, yaitu lensa cembung. Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. Lensa cembung memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepi. Sifat dari lensa ini adalah mengumpulkan sinar yang kemudian diteruskan menjadi bayangan.
Penggunaan lensa cembung dalam mikroskop inilah yang membuat kami tertarik untuk meneliti fungsi dan peran lensa cembung sebagai bahan dasar penyusun mikroskop.
2.     Rumusan Masalah
  • Apakah peran lensa cembung dalam penggunaan mikroskop?
  • Bagaimana cara kerja lensa cembung dalam mikroskop?
  • Bagaimana cara pembuatan mikroskop sederhana?

3.     Tujuan Penelitian
  • Mengetahui peran lensa cembung dalam mikroskop.
  • Mengetahui cara kerja mikroskop sederhana.
Bab II
 Pembahasan

Mikroskop adalah alat optik untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa agar tampak jelas dan besar. Agar dapat dilihat dengan jelas dan besar, maka dibutuhkan dua lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif berfungsi untuk membantuk bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar. Sedangkan fungsi dari lensa okuler adalah memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.  Dan bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop terjadi di lensa okuler, dengan sifat bayangannya maya, terbalik, dan diperbesar.

Pengamatan menggunakan mikroskop dapat dengan dua cara, yaitu:
1.     Dengan mata berakomodasi maksimum Image
  • Benda diletakkan diantara Fob dengan 2Fob ((ruang II benda lensa objektif, Fob < Sob < 2Fob
  • Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif adalah Nyata, Terbalik dan diperbesar.
  • Panjang mikroskop (d) adalah jarak lensa objektif dengan lensa okuler.(d=s’ob + sok)
  • Bayangan akhir yag dibentuk oleh mikroskop terjadi di lensa okuler, dengan sifat bayangannya Maya, Terbalik , Diperbesar.


2.     Dengan cara mata tidak berakomodasi Image
  • Bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa objektif tepat berada dititik fokus lensa okuler.
  • Panjang mikroskop (d) adalah jarak lensa objektif  dengan lensa okuler.(d=s’ob + fok).
  • Bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop terjadi di lensa okuler, dengan sifat bayangannya terletak di tak terhingga (s’ok= ~).
  
Bab III
Metode Penelitian
1.     Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ini adalah mikroskop sederhana.

2.     Variabel Penelitian
Lensa cembung yang digunakan sebagai lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop.

3.     Alat yang Digunakan
Mikroskop sederhana yang terbuat dari:
  • 2 lensa cembung dengan jarak fokus 20 cm dan 5 cm.
  • Statip penegak dengan penggarisnya.
  • Preparat.
  • Alat tulis.
  • Objek penelitian (daun).
 Cara Membuat Mikroskop Sederhana:
  • Rangkai statip tersebut.
  • Susun 2 lensa didalam statip dengan fokus lensa okuler 20 cm (jarak fokus yang lebih besar) dan lensa objektifnya 5 cm (jarak fokusnya lebih kecil). Susun dengan posisi lensa okuler – lensa objektif – objek.
  • Tentukan jarak antara lensa okuler, lensa objektif, dan objeknya menggunakan rumus d = s’ob + fok. D adalah panjang mikroskop, S’ob adalah jarak bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif sedangkan fok adalah jarak fokus lensa okuler.
  • S’ob dihitung menggunakan  . Sob adalah jarak benda dengan jarak lensa objektif. Sedangkan Fob adalah jarak fokus lensa objektif.  Semisalnya jarak benda dengan lensa objektifnya adalah 10 cm. Dihitung dengan rumus tersebut, maka jarak bayangan yang terbentuk adalah -10 cm.
  • D = s’ob + fok. D = -10 + 20 = 10 cm
  • Atur jarak lensa okuler dengan lensa objektif sesuai hasil rumus diatas, yaitu 10 cm.
  • Taruh objek yang diteliti (daun) diatas preparat.
  • Dekatkan mata ke lensa okuler. Atur terus letak lensa sampai bayangan terlihat jelas.

Bab IV
Kesimpulan
Lensa Cembung memiliki banyak fungsi dan kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegunaannya adalah seperti yang telah dijelaskan diatas tadi yaitu sebagai penyusun dasar pembuatan mikroskop. Lensa Cembung dalam mikroskop memiliki peran penting untuk menerapkan fungsi penggunaan mikroskop dan bagaimana mikroskop dapat membentuk bayangan dari lensa cembung yang tersedia.
 Dan lagi, mikroskop mempunyai banyak fungsi. Sebagian besar sebagai peralatan pendidikan di mata pelajaran Biologi.
Jadi, kita tidak perlu membeli mikroskop dengan harga yang mahal. Cukup dengan bermodalkan lensa cembung 2 buah, kita dapat membuat mikroskop sederhana.

Daftar Pustaka
Chionander, Bobby. 2013. Alat Optik Mikroskop, http://good-physics.blogspot.com/2013/05/alat-optik-mikroskop.html (diakses 21 Juni 2014).
Surya, Dhana. 2012. Alat Optik (Mikroskop), http://adalobang.blogspot.com/2012/10/alat-optik-mikroskop.html (diakses 21 Juni 2014).
Wikipedia. 2014. Mikroskop, http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop (diakses 21 Juni 2014).
Azni, Novalila. 2013. 1. Lensa Cembung, http://prodiipa.wordpress.com/kelas-viii/kacamataku-penolongku/d-lensa/1-lensa-cembung/ (diakses 21 Juni 2014).
Banun, Choirul dan Supriyana. 2013. Fresh Update Top No.1 Fisika. Jakarta: WahyuMedia


Selasa, 10 Juni 2014

Hanya Segores Tulisan yang Tak Pantas..

Malam ini, malam rabu. Besok ujian mata pelajaran terakhir dalam jadwal saya, Bahasa Inggris Lintas Minat. Sejujurnya saya paling enggan dalam mata pelajaran ini. Saya cukup bersemangat dalam kelas. Berusaha aktif, nyeletuk sok tahu saat Mr. Koko menanyakan sesuatu. Namun, jangan harap saya bersemangat ketika mengerjakan soal. sama sekali tidak! jika itu semangat, maka saya lakukan demi mengisi kolom nilai KHS.

Ada satu pertanyaan besar saya ketika ujian Bahasa inggris lintas minat 3 bulan sekali tiba. Buat apa saya belajar banyak hal dengan guru yang satu sedangkan pada saat ujian soal dikeluarkan oleh guru yang lain dengan beberapa materi yang tidak saya dapatkan di kelas saya?

Tak dapat di pungkiri, ketika ujian tiba, sehari sebelumnya saya harus pontang-panting keliling kamar satu ke kamar yang lain untuk mendapatkan materi yang tidak saya dapatkan di kelas B.Ing Lintas Minat. Itu pun jika saya mengerti. Lah, jika nggak?

Di sinilah saya pikir perlu koordinasi antar guru sebelum  mengajar. Koordinasi tentang materi apa saja yang akan diajarkan selama satu semester, koordinasi pada saat pembuatan soal. Saya tiak tahu pasti, dari 3 guru pengajar Lintas Minat siapa yang membuat soal. Apakah itu hanya 1 guru yang membuat soal tanpa koordinasi dengan dua guru yang lain, saya tidak tahu. Namun, jika itu terjadi, saya sungguh menyesalkan. Kenapa? karena menurut saya ini tak adil. Tak adil bagi murid yang belum pernah diajarkan tentang materi itu, tak adil bagi guru lain--saya rasa--.

Begitulah. mungkin ini hanya sepintas yang ingin saya utarakan. Mungkin ini hanya opini saya dari apa yang saya lihat, saya rasakan, dan saya dengar, mungkin tidak semua menyetuui apa yang saya tulis. Tapi setiap orang berhak mengeluarkan pendapatnya kan? :)

~zulfa~