Menjelang libur panjang, saya dapat tugas nih, bikin riset project sebagai syarat mendapat KHS. Oke sebenarnya tugas ini saya kerjakan bersama dua teman saya yang lain. Desi Normasari dan Annisa Agustina Ansory (blogpunyahwan.wordpress.com), keduanya kelas X-MIPA-A sedangkan saya X-MIPA-H
Yuk Cekidooott
-----
Bab I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk
dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan
hampir diseluruh laboraturium untuk dapat mengamati organisme yang berukuran
kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat
ini disebut mikroskopi.
Mikroskop dalam pembuataannya sendiri menggunakan satu jenis lensa, yaitu
lensa cembung. Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki
sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. Lensa
cembung memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepi. Sifat
dari lensa ini adalah mengumpulkan sinar yang kemudian diteruskan menjadi bayangan.
Penggunaan lensa cembung dalam mikroskop inilah yang membuat kami tertarik
untuk meneliti fungsi dan peran lensa cembung sebagai bahan dasar penyusun
mikroskop.
2. Rumusan Masalah
- Apakah peran lensa cembung
dalam penggunaan mikroskop?
- Bagaimana cara kerja lensa
cembung dalam mikroskop?
- Bagaimana cara pembuatan
mikroskop sederhana?
3. Tujuan Penelitian
- Mengetahui peran lensa cembung
dalam mikroskop.
- Mengetahui cara kerja mikroskop
sederhana.
Bab II
Pembahasan
Mikroskop adalah alat optik untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat
dengan mata biasa agar tampak jelas dan besar. Agar dapat dilihat dengan jelas
dan besar, maka dibutuhkan dua lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa
okuler. Lensa objektif berfungsi untuk membantuk bayangan nyata, terbalik, dan
diperbesar. Sedangkan fungsi dari lensa okuler adalah memperbesar benda yang
dibentuk oleh lensa objektif. Dan bayangan akhir yang dibentuk oleh
mikroskop terjadi di lensa okuler, dengan sifat bayangannya maya, terbalik, dan
diperbesar.
Pengamatan menggunakan mikroskop dapat dengan dua cara, yaitu:
- Benda diletakkan diantara Fob
dengan 2Fob ((ruang II benda lensa objektif, Fob < Sob < 2Fob
- Bayangan yang dibentuk oleh
lensa objektif adalah Nyata, Terbalik dan diperbesar.
- Panjang mikroskop (d) adalah
jarak lensa objektif dengan lensa okuler.(d=s’ob + sok)
- Bayangan akhir yag dibentuk
oleh mikroskop terjadi di lensa okuler, dengan sifat bayangannya Maya,
Terbalik , Diperbesar.
- Bayangan nyata yang dibentuk
oleh lensa objektif tepat berada dititik fokus lensa okuler.
- Panjang mikroskop (d) adalah
jarak lensa objektif dengan lensa okuler.(d=s’ob + fok).
- Bayangan akhir yang dibentuk
oleh mikroskop terjadi di lensa okuler, dengan sifat bayangannya terletak
di tak terhingga (s’ok= ~).
Bab III
Metode Penelitian
1. Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penulisan ini adalah mikroskop sederhana.
2. Variabel Penelitian
Lensa cembung yang digunakan sebagai lensa objektif dan lensa okuler pada
mikroskop.
3. Alat yang Digunakan
Mikroskop
sederhana yang terbuat dari:
- 2 lensa cembung dengan jarak
fokus 20 cm dan 5 cm.
- Statip penegak dengan
penggarisnya.
- Preparat.
- Alat tulis.
- Objek penelitian (daun).
Cara Membuat
Mikroskop Sederhana:
- Rangkai statip tersebut.
- Susun 2 lensa didalam statip
dengan fokus lensa okuler 20 cm (jarak fokus yang lebih besar) dan lensa
objektifnya 5 cm (jarak fokusnya lebih kecil). Susun dengan posisi lensa
okuler – lensa objektif – objek.
- Tentukan jarak antara lensa
okuler, lensa objektif, dan objeknya menggunakan rumus d = s’ob + fok. D
adalah panjang mikroskop, S’ob adalah jarak bayangan yang dibentuk oleh
lensa objektif sedangkan fok adalah jarak fokus lensa okuler.
- S’ob dihitung menggunakan
. Sob adalah jarak benda dengan jarak lensa objektif. Sedangkan Fob adalah
jarak fokus lensa objektif. Semisalnya jarak benda dengan lensa
objektifnya adalah 10 cm. Dihitung dengan rumus tersebut, maka jarak bayangan
yang terbentuk adalah -10 cm.
- D = s’ob + fok. D = -10 + 20 =
10 cm
- Atur jarak lensa okuler dengan
lensa objektif sesuai hasil rumus diatas, yaitu 10 cm.
- Taruh objek yang diteliti
(daun) diatas preparat.
- Dekatkan mata ke lensa okuler.
Atur terus letak lensa sampai bayangan terlihat jelas.
Bab IV
Kesimpulan
Lensa Cembung memiliki banyak fungsi dan kegunaan dalam kehidupan
sehari-hari. Salah satu kegunaannya adalah seperti yang telah dijelaskan diatas
tadi yaitu sebagai penyusun dasar pembuatan mikroskop. Lensa Cembung dalam
mikroskop memiliki peran penting untuk menerapkan fungsi penggunaan mikroskop
dan bagaimana mikroskop dapat membentuk bayangan dari lensa cembung yang
tersedia.
Dan lagi, mikroskop mempunyai banyak fungsi. Sebagian besar sebagai
peralatan pendidikan di mata pelajaran Biologi.
Jadi, kita tidak perlu membeli mikroskop dengan harga yang mahal. Cukup
dengan bermodalkan lensa cembung 2 buah, kita dapat membuat mikroskop
sederhana.
Daftar Pustaka
Chionander, Bobby. 2013. Alat Optik Mikroskop, http://good-physics.blogspot.com/2013/05/alat-optik-mikroskop.html (diakses 21 Juni 2014).
Surya, Dhana. 2012. Alat Optik (Mikroskop), http://adalobang.blogspot.com/2012/10/alat-optik-mikroskop.html (diakses 21 Juni 2014).
Azni, Novalila. 2013. 1. Lensa Cembung, http://prodiipa.wordpress.com/kelas-viii/kacamataku-penolongku/d-lensa/1-lensa-cembung/ (diakses 21 Juni 2014).
Banun, Choirul dan Supriyana. 2013. Fresh Update Top No.1 Fisika. Jakarta:
WahyuMedia





