Minggu, 24 Juli 2016

Pengalaman Ujian Tahap Dua dan Tiga USM PKN STAN 2016


Haloo... Melajutkan postingan sebelumnya yang bercerita tentang perjuanganku untuk bisa menembus ujian tahap pertama USM PKN STAN 2016, kali ini aku akan berbagi sedikit pengalamanku melewati ujian tahap dua dan tiga yang capeknya bukan cuma pikiran tapi juga fisik.
Jadi, seperti yang kalian tahu, ujian tahap dua adalah Tes Kesehatan dan Kebugaran dimana kita diminta untuk lari keliling lapangan selama 12 menit dan shuttle-run membentuk angka delapan sebanyak tiga kali secepat mungkin. Itu artinya, yang perlu disiapin untuk tahap ini adalah tubuh yang sehat dan fisik yang kuat.

Tahun ini, jarak antara pengumuman tahap pertama dan ujian tahap kedua hanya kurang lebih seminggu. Dengan waktu yang sedikit, persiapan untuk membentuk fisik yang kuat tidaklah cukup. Karenanya, aku sarankan untuk kalian yang pengen banget bisa kuliah di STAN, latihlah fisik kalian jauh hari sebelum ujian tahap kedua ini sepesimis apapun kalian terhadap hasil ujian tahap satu. Jangan seperti aku yang jarang banget olahraga dan akhirnya kewalahan untuk membentuk fisik yang kuat dalam waktu hanya seminggu.

Lari 12 menit non-stop itu nggak mudah lo. Butuh latihan yang lama supaya bisa menyelaraskan kekuatan kaki dan kelancaran pernapasan. Sekedar tips, ketika berlari
gunakanlah penapasan perut dan ujung kaki sebagai tumpuan berlari, bukan telapak kaki. Ketika melakukan shuttle-run, fokuslah pada rintangan dan jangan sampai menubruk rintangan.

Pada saat waktu TKK tiba, datanglah sepagi mungkin ke tempat ujian. Kalo bisa habis subuh langsung caw ke lokasi. Bukan nggak mungkin loh kalo pas kalian nyampe di sana antriannya sudah mengular. Aku aja yang waktu itu datang sekitar jam setengah enam pagi dapat urutan 30 atau 40-an kalo ngga salah. Bayangin jika kamu datang agak siang dan dapat urutan belakangan. Pasti dapat giliran larinya pas panas terik matahari. So, semakin pagi kamu datang, semakin bagus untuk menjaga stamina ketika kamu lari nanti.

Oh ya, ketika TKK jangan lupa untuk membawa BPU dan KTP/identitas lainnya karena dua hal itu adalah syarat awal ketika registrasi sebelum pemeriksaan kesehatan. Pada waktu registrasi para peserta akan dicetakkan formulir untuk pengisian data kesehatan oleh dokter yang ditugaskan. Setelah formulir dicetak,para peserta juga disuruh mengisi kolom riwayat penyakit (jika ada) dan menandatanganinya. Setelah itu, para peserta diarahkan ke sebuah ruangan untuk diperiksa tinggi badan, denyut nadi dan jantung, kesehatan mata, gigi, mulut, kaki, serta tes buta warna. Selesai diperiksa, dokter pemeriksa akan menentukan apakah seorang peserta itu layak untuk mengikuti Tes Kebugaran. Apabila layak, maka panitia akan mengarahkan peserta ke arena lari. Dalam satu kali giliran lari, ada sekitar 10 peserta yang akan lari secara bersamaan. Sebelum lari, biasanya panitia akan menjgajak peserta unuk pemanasan dulu agar tidak kram saat berlari. Berbicara tentang kram, perlu banget bagi kita untuk benar-benar menjaga fisik sebelum tes lari. Usahakan jangan latihan 24 jam sebelum tes. Bukannya apa, tapi itu untuk menghindari kaki keseleo atau kram pada saat hari H.
Pada saat lari pun, usahakan jangan kebanyakan jalan. Jalan boleh, tapi jangan terlalu lama karena justru akan menguras energi ketika berlari lagi. Apabila di tengah waktu lari kalian merasa putus asa, bayangkanlah gerbang STAN di depan mata kalian. Bayangkan orangtua kalian yang akan tersenyum bangga karena bisa mewujudkan impian mereka. Sounds weird, but it really works on me.

Setelah waktu 12 menit habis, panitia akan menyuruh peserta untuk istirahat sebentar sebelum melanjutkan tes lari membentuk angka 8 sebanyak tiga kali. Pada tes selanjutnya ini, peserta boleh tidak memakai sepatu. Aku waktu itu ngelepas sepatuku biar ringan dan bisa lari lebih cepat. Ingat! Jika lari 12 menit yang dinilai adalah daya tahan dan jarak, maka di tes membentuk angka delapan yang dinilai adalah kecepatan lari. Semakin cepat, semakin bagus.

Sehabis tes membentuk angka delapan, peserta akan disuruh mendatangi kembali meja registrasi untuk tanda tangan sebagai tanda telah mengikuti TKK dan mengambil BPU yang sebelumnya dikumpulkan. Habis itu.. ya pulang dan istarahat di rumah.

Dua minggu kemudian, hasil TKK diumumkan. Dengan jantung yang berdegup kencang dan komat-kamit berdoa,aku membuka pengumuman hasil TKK. Alhamdulillah, aku lolos ke tahap berikutnya, yaitu TKD (Tes Kompetensi Dasar). Hatiku senang tak terkira karena perjuanganku latihan lari terbayar dan impianku semakin dekat dengan kenyataan.

Dengan waktu yang hanya berjarak kurang lebih seminggu, aku mulai fokus untuk menguasai materi-materi yang akan diujikan pada saat TKD.TKD sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu TIU (Tes Intelegensia Umum, mirip TPA), TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi). Untuk materiTIU, isinya hampir sama seperti TPA yang ada di ujian tahap satu namun level soalnya lebih mudah. Sedangkan, materi TWK adalah pelajaran PKN yang banyak pasal dan hapalannya. Materi TWK ini menurutku lebih mirip dengan soal pengetahuan umum dan banyak pertanyaan menjebak. Bagian terakhir, yaitu TKP adalah bagian paling mudah karena hanya perlu dilogikakan dan memilih jawaban yang paling baik.

Fokusku untuk ujian TKD kemarin adalah TWK. Jujur, wawasan kebangsaanku itu minim banget. Makanya aku fokus ke yang satu ini dan membaca banyak sekali referensi dari buku dan internet. Aku bahkan menghapal inti dari setiap pasal di UUD! Untuk materi TIU, aku hanya mengulang pelajaran yang telah kupelajari untuk ujian tahap satu kemarin dan banyak mengerjakan soal ketika merasa sudah penat membaca materi TWK.

Bagi yang belum tahu, soal TKD seluruhnya adalah 100 soal dengan pembagian: TIU30 soal, TWK 35 soal, dan TKP 35 soal dengan rentang nilai (TKP) 1-5 poin. Setiap bagian soal diberi passing grade dimana passing grade TIU yang setiap jawaban benarnya diberi poin 5 adalah 75, TWK yang setiap jawaban benarnya juga diberi 5 poin adalah 70, dan TKP yang rentang nilainya 1-5 poin adalah 126. FYI, apabila kita gagal untuk memenuhi passing grade satu bagian soal, maka kita akan dinyatakan gagal lulus TKD.

Singkat cerita, Alhamdulillah saya bisa melewati dan lulus TKD dengan lancar dan meraih skor keseluruhan 389. Untuk yang masih bingung bagaimana teknis TKD menggunakan sistem komputer, bisa langsung kepoin web bkn.go.id. Sebelum mulai tes juga akan dijelasin terlebih dahulu kok teknis pengerjaannya gimana.

Setelah TKD selesai, usaha terkahir yang perlu kita lakukan adalah berdoa dan berdoa.Bukan nggak mungkin kalo seandainya kamu lulus ujian TKD tapi ngga lulus tahap terakhir karena adanya pembatasan kuota. Jika memantau dari web BKN, yang lulus ujian tahap TKD ada sekitar 5000-an orang dan yang diambil (wacana awal) 3650 mahasiswa saja. Itu berarti, masih ada ribuan yang akan tersingkir di tahap terakhir ini.

Akhirnya setelah menunggu lebih dari seminggu dan ditunda dua hari,pengumuman final USM STAN 2016 keluar. Dan kalian tahu? Aku...


LULUS PROGRAM D-1 PAJAK


Alhamdulillah, betapa melegakannya walaupun sempat kecewa karena tidak keterima di pilihan pertama malahan pilihan kedua dari terakhir :”)). Tapi, aku mengerti bahwa Allah Maha Baik dan selalu ada hikmah di balik setiap keputusan-Nya. Terimakasih ya Allah dan terimakasih untuk kalian yang udah mendukungku dan kalian yang udah membaca tulisan ini dari awal.

Big thanks and hug from me <3 <3

Bye-bye

22 komentar:

Eda mengatakan...

Assalamualaikum :)

Salam kenal, aku juga STANers 2016, D1 Pajak BDK Malang. Aku juga keterima pilihan keenam, tapi alhamdulillah bersuyukur dapat pajak :) rada takut akun soale

Unknown mengatakan...

makasii kak udh sharing pengalamannya, jadi kebayang tentang tes fisik sama TKD nya

Unknown mengatakan...

Yang 2016 gak ada wawancara ya? Diganti TKD?

Unknown mengatakan...

Kakak ikut bimbel gak?

Raja Shogi mengatakan...

MANTAP SURANTAP !!! :)

Hadid For Your Life mengatakan...

kak dulu pas tahap 1 yang lolos berapa boleh tau ?

Dennisa mengatakan...

Kak mau nanya waktu ujian tahap 1 ngerjain soal TPA sama TBI nya berapa?

sekarrerrr mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Selene Project mengatakan...

Kak tanya dong. TKKnya itu kalo menurut kaka standar rata2 lolosnya kalo kita mampu lari seberapa jauh dalam 13 menut itu?

Unknown mengatakan...

Kak lolos tkd dpet skor brp?

Unknown mengatakan...

Kak lolos tkd dpet skor brp?

DS mengatakan...

Yang tidak lolos berarti yang sekornya paling sedikit atau ranking 3651 dari 5000 yang lolos?

Unknown mengatakan...

itu nilai kita lulus smpe tahap akhir bergantung tkd aja atau tes1-3? dan tkd terendah ngomong2 brp ya biar lulus kak?

Unknown mengatakan...

wah alhamdulillah ya Kak🙏 aku alhamdulillah lolos tahun ini, kemarin2 bukanya juga blognya kakak ini, baca2 hehe. berawal dari postingan kakak, aku juga nulis untuk pengalamanku tes tahap satu di blogku sendiri ( https://13serendipity.blogspot.co.id/2017/07/persiapan-dan-pengalaman-tes-tahap.html?m=1 ). yang berkenan, silakan baca juga🙏 tes tahap 2 dan 3 insyaAllah menyusul di postingan selanjutnya

Unknown mengatakan...

doain aku jadi staners 2018 kak! <3

zulfa salsabila mengatakan...

Saya ngga ikut bimbel hehe

zulfa salsabila mengatakan...

Wah ngga sempat ngitung karena udah panik duluan waktunya mau abis. :)

zulfa salsabila mengatakan...

Sekitar minimal 4 putaran kalo cewek

zulfa salsabila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
zulfa salsabila mengatakan...

Wah selamat yaa! Semoga tulisanmu menginspirasi :)

zulfa salsabila mengatakan...

Aamiin. Semangat mutia!

Unknown mengatakan...

kunjungi staners.id untuk alur pmb pkn stan beserta kisah inspiratif lainnya

Posting Komentar