Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

Aku Ingin di Gedung Sekolah Saja..



            Sudah tiga minggu sejak meletusnya gunung Merapi, murid-murid SMPN 16 Sleman belajar di tenda pengungsian darurat. Tentu saja tidak nyaman. Belum lagi suara dentuman keras Merapi yang silih berganti.
            Pagi ini seperti biasa, kami belajar di tenda pengungsian. Namun ada satu kejanggalan. Hei! Di mana Pak Aldi, wali kelas kami yang baik hati?
“Rin, kamu tau gak di mana Pak Aldi?”, Tanyaku pada Rini.
“Gak tau juga. Menurut kabar yang beredar, Pak Aldi kena wedhus gembel!”, Kata Rini sedih.
“Innalillahi Wa inna lillahi rajiun!” Aku terkejut sekali mendengarnya.
           Tak lama proses belajar mengajar dimulai. Sejak ditetapkannya zona bahaya 20 km dari puncak merapi, murid-murid terpaksa belajar di tenda yang sumpek ini. Soalnya, sekolah kami hanya berjarak 17 km dari puncak Merapi. Begitu juga rumah murid-muridnya. Mereka semua mengungsi di tenda yang sama denganku, namaku Liza Wijaya dan sekarang duduk di kelas VIII SMP. Kami semua di sini, mengungsi dengan cemas, takut akan erupsi merapi dan hujan abu yang mengganggu pernafasan.
******
           Saat istirahat sekolah keesokan harinya, hujan deras melanda Sleman dan disertai petir yang saling bersahut-sahutan.
“Banjir..! Banjir..! selamatkan barang kalian!!”, Teriak salah seorang murid kelas 9.