Minggu, 24 Juli 2016

Pengalaman Ujian Tahap Dua dan Tiga USM PKN STAN 2016


Haloo... Melajutkan postingan sebelumnya yang bercerita tentang perjuanganku untuk bisa menembus ujian tahap pertama USM PKN STAN 2016, kali ini aku akan berbagi sedikit pengalamanku melewati ujian tahap dua dan tiga yang capeknya bukan cuma pikiran tapi juga fisik.
Jadi, seperti yang kalian tahu, ujian tahap dua adalah Tes Kesehatan dan Kebugaran dimana kita diminta untuk lari keliling lapangan selama 12 menit dan shuttle-run membentuk angka delapan sebanyak tiga kali secepat mungkin. Itu artinya, yang perlu disiapin untuk tahap ini adalah tubuh yang sehat dan fisik yang kuat.

Tahun ini, jarak antara pengumuman tahap pertama dan ujian tahap kedua hanya kurang lebih seminggu. Dengan waktu yang sedikit, persiapan untuk membentuk fisik yang kuat tidaklah cukup. Karenanya, aku sarankan untuk kalian yang pengen banget bisa kuliah di STAN, latihlah fisik kalian jauh hari sebelum ujian tahap kedua ini sepesimis apapun kalian terhadap hasil ujian tahap satu. Jangan seperti aku yang jarang banget olahraga dan akhirnya kewalahan untuk membentuk fisik yang kuat dalam waktu hanya seminggu.

Lari 12 menit non-stop itu nggak mudah lo. Butuh latihan yang lama supaya bisa menyelaraskan kekuatan kaki dan kelancaran pernapasan. Sekedar tips, ketika berlari

Kamis, 21 Juli 2016

Menjadi 6.72% Peserta USM PKN STAN 2016 Terbaik, Siapa Bilang Mudah?


Tahun ajaran terakhir di SMA adalah tahun yang cukup sulit bagiku. Bayangkan saja, di tahun terakhir ini aku harus mulai memikirkan UN, mengulang seluruh materi-materi yang pernah kupelajari dua tahun sebelumnya dan juga memikirkan kemana selanjutnya aku kuliah. Dari semua pikiran menyibukkan itu, tentu pikiran tentang akan melanjutkan kemana yang membuatku pusing tujuh keliling.

Sejak awal kelas dua sebenarnya orangtuaku sudah menyarankan agar aku melanjutkan kuliah di STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara mengikuti jejak kakak permpuanku yang sudah lebih dulu kuliah di sana. Aku juga tak keberatan karena kuliah di STAN merupakan mimpiku dari kelas satu SMA. Setelah dipikir-pikir,  saat itu aku tak tahu pasti kenapa aku pengen banget kuliah di situ. Rasanya ya cuma pengen aja. Alhasil, sejak awal tahun ajaran baru kelas tiga aku sudah menenteng buku latihan USM STAN yang dibelikan kakakku. Aku waktu itu merencanakan untuk mulai latihan mengerjakan soal setidaknya sekali dalam seminggu. Ya, namanya juga rencana doang dan kesibukan-kesibukan kelas tiga yang banyak, aku nggak bisa memenuhi rencana itu.

Seiring berjalannya waktu, aku juga mulai memikirkan rencana cadangan jika aku tidak lolos dalam USM STAN di kemudian hari. Itu artinya, aku tidak hanya harus mempersiapkan diri buat USM STAN, melainkan juga tes SBMPTN dan Ujian Mandiri PTN lainnya. Belum lagi, saat itu aku tidak lagi tertarik dengan jurusan-jurusan yang sesuai dengan kelas yang kuambil saat SMA, yaitu MIPA. Aku lebih tertarik untuk lintas jurusan ke soshum karena merasa tertekan dengan pelajaran yang ada di MIPA.