Siapa
yang tak pernah merasakan sakit kepala atau punya masalah dengan kulit kepala
seperti berketombe? Atau mungkin kulit berpanu, jerawat dan masalah kulit
lainnya? Tentu kita pernah merasakan salah satu atau bahkan semuanya sekaligus.
Tahukah Anda bahwa kedua permasalahan tersebut mempunyai solusi penyelesaian
oleh suatu bahan kimia yang sama. Yaitu asam salisilat yang terdapat pada
shampo anti-ketombe dan aspirin yang merupakan esterifikasi asam salisilat
dengan asam asetat menghasilkan asam asetil salisilaat.
Asam
salisilat yang mempunyai rumus kimia C7H6O3 adalah
salah satu bahan kimia yang sejak 2000 tahun yang lalu telah digunakan sebagai
bahan terapi topikal dan banyak digunakan sebagai bahan intermediet dari
pembuatan obat-obatan seperti antiseptik, dan analgesic serta pembuatan bahan
baku untuk keperluan farmasi. Senyawa ini tidak mudah larut dalam air, namun
sangat mudah larut dalam lemak, alkohol, serta ester. Bentuknya seperti kristal
putih, tidak berbau, dan berasa manis. Karena sifatnya yang mudah larut dalam
alkohol, penggunaan asam salisilat dilarang bagi orang yang sedang meminum
alkohol. Asam salisilat dapat banyak ditemukan di dalam jeruk nipis dan
stroberi.
Dalam
dunia medis, asam salisilat banyak digunakan dan diaplikasikan dalam berbagai
pengobatan. Misalnya dalam dermatologi, asam salisilat mempunyai khasiat
keratolitik yang dapat membantu pengelupasan sel kulit mati agar lebih mudah
dan cepat. Asam salisilat juga dapat dimanfaatkan menjadi salep yang berfungsi
untuk menghilangkan panu, kadas, kurap. Selain salep, asam salisilat yang
diesterifikasikan dengan metanol dapat menghasilkan metil salisilat atau yang
biasa dijual dengan nama minyak gandapura untuk meredakan nyeri otot dan
persendiaan seperti sakit syaraf, sakit punggung, radang selaput dada, dan
reumatik. Selain itu, metil salisilat sering digunakan
sebagai bahan farmasi, penyedap rasa, kosmetik, serta parfum.