Kamis, 15 Mei 2014

Asam Salisilat

Siapa yang tak pernah merasakan sakit kepala atau punya masalah dengan kulit kepala seperti berketombe? Atau mungkin kulit berpanu, jerawat dan masalah kulit lainnya? Tentu kita pernah merasakan salah satu atau bahkan semuanya sekaligus. Tahukah Anda bahwa kedua permasalahan tersebut mempunyai solusi penyelesaian oleh suatu bahan kimia yang sama. Yaitu asam salisilat yang terdapat pada shampo anti-ketombe dan aspirin yang merupakan esterifikasi asam salisilat dengan asam asetat menghasilkan asam asetil salisilaat.
Asam salisilat yang mempunyai rumus kimia C7H6O3 adalah salah satu bahan kimia yang sejak 2000 tahun yang lalu telah digunakan sebagai bahan terapi topikal dan banyak digunakan sebagai bahan intermediet dari pembuatan obat-obatan seperti antiseptik, dan analgesic serta pembuatan bahan baku untuk keperluan farmasi. Senyawa ini tidak mudah larut dalam air, namun sangat mudah larut dalam lemak, alkohol, serta ester. Bentuknya seperti kristal putih, tidak berbau, dan berasa manis. Karena sifatnya yang mudah larut dalam alkohol, penggunaan asam salisilat dilarang bagi orang yang sedang meminum alkohol. Asam salisilat dapat banyak ditemukan di dalam jeruk nipis dan stroberi.
Dalam dunia medis, asam salisilat banyak digunakan dan diaplikasikan dalam berbagai pengobatan. Misalnya dalam dermatologi, asam salisilat mempunyai khasiat keratolitik yang dapat membantu pengelupasan sel kulit mati agar lebih mudah dan cepat. Asam salisilat juga dapat dimanfaatkan menjadi salep yang berfungsi untuk menghilangkan panu, kadas, kurap. Selain salep, asam salisilat yang diesterifikasikan dengan metanol dapat menghasilkan metil salisilat atau yang biasa dijual dengan nama minyak gandapura untuk meredakan nyeri otot dan persendiaan seperti sakit syaraf, sakit punggung, radang selaput dada, dan reumatik. Selain itu, metil salisilat sering digunakan sebagai bahan farmasi, penyedap rasa, kosmetik, serta parfum.

Lalu, pada kulit kepala, asam salisilat dikombinasikan dengan sampo menghasilkan sampo anti ketombe yang dapat mengurangi lapisan ketombe pada kulit kepala.
Asam salisilat yang diesterifikasikan dengan asam asetat dapat menghasilkan asam asetil salisilat yang dapat dimanfaatkan menjadi zat analgesik dan zat antipiretik seperti aspirin yang dapat digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam, dan juga sakit jantung.
Namun, penggunaan asam salisilat tidak selamanya membawa efek positif. Beberapa efek negatif juga perlahan muncul setelah beberapa kali diadakan penelitian. Seperti penggunaan asam salisilat di atas kadar 6% dapat berdampak destruktif pada jaringan-jaringan yang ada di tubuh. Penggunaan asam salisilat sebagai pengawet bahan makanan di Indonesia sendiri telah dilarang. Pasalnya, asam salisilat memiliki iritasi kuat ketika terhirup atau tertelan. Bahkan ketika ditambah air, asam salisilat tetap memberikan gangguan kesehatan pada tubuh karena dapat menyebabkan nyeri, mual, dan muntah jika tertelan. 
Secara umum, asam salisilat yang digunakan sebagai pengawet seperti pada tumbuhan jenis sayuran dapat membuat sayuran tersebut bertahan dari berbagai penyakit. Akan tetapi jika masuk terlalu berlebihan ke dalam pencernaan dapat membuat konsumen menderita kanker saluran percernaan dan pengerasan dinding pembuluh darah yang tentu menyebabkan kerugian bagi manusia itu sendiri.
            Efek negatif yang ditimbulkan oleh asam salisilat dipisahkan menjadi efek ringan seperti kulit kering. Jika hal ini terjadi, pelembab ringan yang bebas minyak biasanya dapat membantu mengatasi kulit kering ini. Iritasi kulit adalah efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan asam salisilat bagi orang yang berkulit sensitif. Jika Anda mengalami iritasi kulit ringan, kurangi penggunaan asam salisilat. Namun, jika iritasi kulit yang terjadi parah, maka hentikan secara total penggunaan asam salisilat. Selain itu, efek berat yang ditimbulkan antara lain, toksisitas asam salisilat atau salisilm, sakit kepala parah, nafas cepat, atau telinga berdengung.
Oleh karena itu pemakaian asam salisilat dalam obat-obatan atau krim walaupun tidak dibatasi oleh resep dokter, namun kita sebagai konsumen harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh seberapa banyak kandungannya dalam campuran tersebut agar manfaat dari senyawa kimia ini dapat kita rasakan sepenuhnya.

Sumber Referensi:
Adhitya. 2012.Kajian Asam Salisilat.http://adhitinspire.blogspot.com/2013/01/kajian-asam- salisilat.html.Diakses 12 Maret 2014.
Rufaida, Anis Dyah dan Waljinah.2013.Kimia Kelas XII.Klaten: PT Intan Pariwara.

TAKE OUT WITH FULL CREDIT!

0 komentar:

Posting Komentar