Tentunya semua orang
Kalimantan Timur tahu tentang Stadion Utama Palaran yang terletak di daerah
palaran dan berarea ratusan hektartempat diadakannya PON pada tahun 2008 dan
Kejuaraan Bulutangkis Internasional pada tahun 2011.Namanya sangat terkenal terlebih
ditambah dengan gedungnya yang mewah sekaligus megah dan fasilitasnya yang
lengkap, seperti GOR Serbaguna, GOR Bulutangkis, Lapangan Tenis, GOR Utama dan
lain-lain. Keberadaan stadion tersebut menjadi ciri khas kebanggaan sekaligus
menjadi stadion tebesar di Kalimantan Timur.
Namun, lihatlah stadion
itu sekarang. Masih pantaskah stadion itu dibanggakan dan dielu-elukan? Penulis
rasa tidak! Bagaimana iya membanggakan bangunan yang sekarang bahkan tak
menunjukkan kerapian dan kebersihan sedikitpun. Rumput tumbuh tinggi di area
sekitar stadion. Pohon-pohon hias yang seharusnya terlihat indah, kini hanya
terlihat sebagai tanaman dengan sebagian daunnya kering dan tak terawat. Selain
itu fasilitas MCK di sana jauh untuk bisa disebut layak karena
ketidakbersihannya.
Hal ini sungguh
disayangkan mengingat stadion itu membutuhkan dana besar untuk membangunnya.
Dan darimana dana tersebut? Tentu saja dari kantong masyarakat wajib pajak
Kalimantan Timur yang kudu dan harus mengeluarkan lebih dari 5% hasil dari
pekerjaan mereka setahun untuk keperluan pemerintah dan masyarakat, salah
satunya membangun fasilitas umum seperti stadion.
Tetapi dilihat dari apa
yangdari apa yang dilakukan pemerintah Kaltim dalam membangun stadion utama
hanyalah semata untuk mendukung kegiatan PON yang dielukan sekaligus memamerkan
betapa kayanya Provinsi Kalimantan Timur pada orang luar.
Bukan hanya sampai situ,
kompleks Stadion Palaran yang terkenal luas dan tak berpenghuni kerap kali
menjadi tempat balap liar dan terkadang hal-hal yang melanggar asusila lainnya.
Apakah itu fungsi utama dari dibangunnya stadion?Tentu saja bukan! Stadion tak
lain dan tak bukan berfungsi sebagai tempat untuk berolahraga, menonton
pertandingan, tempat diadakannya acara-acara penting, dan masih banyak lagi.
Dengan ini pemerintah
diharapkan bertanggung jawab atas apa yang telah dibangun dan dikerjakan dengan
memakai uang rakyat Kaltim. Pengaktifan kembali tenaga-tenaga kebersihan yang
sebelumnya berjalan dengan baik, juga sangat diharapkan kembali berjalan
seperti saat PON dulu. Tentunya semua rakyat Kaltim berharap apa yang telah
mereka keluarkan sebagai pajak dapat terus berguna dengan baik dan dapat
menjadi kebanggaan rakyat Kaltim selamanya.



0 komentar:
Posting Komentar