Kamis, 26 Desember 2013

Yuk, Ngeblog!



            Sudah menjadi barang umum bahwa remaja zaman sekarang lebih suka berurusan dengan gadget canggih ketimbang dengan buku-buku atau hal-hal yang berbau agak kuno. Mereka lebih memilih menggunakan kecanggihan internet untuk mencari informasi dibanding menjelajahi perpustakaan dan harus terlibat dengan ratusan buku.
            Nah, keadaan zaman sekarang dimana internet sangat berkembang bisa dimanfaatkan untuk mengasah kekreatifan dan memperluas pergaulan. Gimana caranya? Gampang! Buka blog aja. Mudah, banyak pengguna dan penyedia layanan, dan gratis. Contohnya ada Blogspot, Wordpress, Blog.com, Tumblr, dan lain-lain. Buka blog juga tidak begitu susah. Misalnya jika kita ingin membuka blog dari server Blogspot, kita disarankan membuat e-mail Google terlebih dahulu, lalu e-mail tersebut bisa langsung terhubung dengan Blogspot, Youtube, dan  Google Account. Praktis kan?
            Blog di abad 21 ini bukan cuma untuk share informasi atau lirik lagu saja. Tapi juga bisa untuk mengasah kreatifitifas. Seperti, jika kita ingin mengubah latar belakang dan susunan atau yang lebih umum disebut template, kita bisa memanfaatkan situs penyedia template gratis kayak  btemplates.com untuk Blogspot dan wpthemesfree.com untuk Wordpress. Atau bila tidak ingin ribet berhubungan dengan seabrek kode kita bisa membuat template sendiri dengan aplikasi Artisteer.

Matematika Itu…



            Rumit
            Susah
            Kumpulan rumus aneh yang panjangnya bahkan bisa lebih panjang dari nama Anda.
            Menyenangkan tapi butuh waktu untuk tersadar betapa menyenangkannya.
            Kata-kata di atas mungkin adalah anggapan sebagian siswa tentang matematika. Kebanyakan siswa mengeluhkan bahwa matematika itu susah. Jika disurvei, dalam satu sekolah, mungkin terdapat lebih dari 35% siswa yang tidak menyukai matematika. Sebenarnya ini merupakan polemic dalam dunia pendidikan, karena pada dasarnya semua manusia bisa berhitung. Hanya tinggal bagaimana manusia itu mengembangkan ilmu matematika dasar yang ia miliki dengan terus belajar. Matematika itu bisa dimisalkan seperti siklus putaran tornado yang semakin ke atas semakin besar putarannya dan semakin ke bawah semakin kecil. Artinya, jika manusia belajar matematika berawal dari dasar, maka ia harus mengerti ilmu dasar tersebut. Kenapa? Karena jika Anda tidak mengerti ilmu dasar, maka bagaimana Anda dapat mengerti ilmu matematika yang tingkatnya lebih dari dasar. Seperti permisalan yang saya jelaskan, angin tornado yang awal putarannya kecil dan tidak begitu kuat, lama-kelamaan jika ditambah energi-energi lain maka angin tornado tersebut akan semakin besar.
            Sayangnya, banyak pelajar yang masih tidak mengerti ilmu dasar yang telah diajarkan, sehingga mereka tidak mengerti ilmu yang diajarkan setelahnya. Tentu saja itulah yang menjadi penyebab mengapa sebagian pelajar menganggap matematika itu susah. Selain itu, masih banyak lagi alasan lain di balik susahnya matematika. Umumnya banyak anggapan bahwa guru matematika itu killer dan pelit nilai. Salah sedikit saja, disalahkan semuanya. Padahalsebenarnya, guru itu killer agar murid patuh pada pelajarannya.

Yang Megah, Yang Terlantarkan



            Tentunya semua orang Kalimantan Timur tahu tentang Stadion Utama Palaran yang terletak di daerah palaran dan berarea ratusan hektartempat diadakannya PON pada tahun 2008 dan Kejuaraan Bulutangkis Internasional pada tahun 2011.Namanya sangat terkenal terlebih ditambah dengan gedungnya yang mewah sekaligus megah dan fasilitasnya yang lengkap, seperti GOR Serbaguna, GOR Bulutangkis, Lapangan Tenis, GOR Utama dan lain-lain. Keberadaan stadion tersebut menjadi ciri khas kebanggaan sekaligus menjadi stadion tebesar di Kalimantan Timur.
            Namun, lihatlah stadion itu sekarang. Masih pantaskah stadion itu dibanggakan dan dielu-elukan? Penulis rasa tidak! Bagaimana iya membanggakan bangunan yang sekarang bahkan tak menunjukkan kerapian dan kebersihan sedikitpun. Rumput tumbuh tinggi di area sekitar stadion. Pohon-pohon hias yang seharusnya terlihat indah, kini hanya terlihat sebagai tanaman dengan sebagian daunnya kering dan tak terawat. Selain itu fasilitas MCK di sana jauh untuk bisa disebut layak karena ketidakbersihannya.

Aku Ingin di Gedung Sekolah Saja..



            Sudah tiga minggu sejak meletusnya gunung Merapi, murid-murid SMPN 16 Sleman belajar di tenda pengungsian darurat. Tentu saja tidak nyaman. Belum lagi suara dentuman keras Merapi yang silih berganti.
            Pagi ini seperti biasa, kami belajar di tenda pengungsian. Namun ada satu kejanggalan. Hei! Di mana Pak Aldi, wali kelas kami yang baik hati?
“Rin, kamu tau gak di mana Pak Aldi?”, Tanyaku pada Rini.
“Gak tau juga. Menurut kabar yang beredar, Pak Aldi kena wedhus gembel!”, Kata Rini sedih.
“Innalillahi Wa inna lillahi rajiun!” Aku terkejut sekali mendengarnya.
           Tak lama proses belajar mengajar dimulai. Sejak ditetapkannya zona bahaya 20 km dari puncak merapi, murid-murid terpaksa belajar di tenda yang sumpek ini. Soalnya, sekolah kami hanya berjarak 17 km dari puncak Merapi. Begitu juga rumah murid-muridnya. Mereka semua mengungsi di tenda yang sama denganku, namaku Liza Wijaya dan sekarang duduk di kelas VIII SMP. Kami semua di sini, mengungsi dengan cemas, takut akan erupsi merapi dan hujan abu yang mengganggu pernafasan.
******
           Saat istirahat sekolah keesokan harinya, hujan deras melanda Sleman dan disertai petir yang saling bersahut-sahutan.
“Banjir..! Banjir..! selamatkan barang kalian!!”, Teriak salah seorang murid kelas 9.

Indonesia Pemimpinnya Berkarakter?



            Melihat judulnya saja, mungkin Anda sebagai rakyat ingin sekali mengangguk, tetapi kenyataan yang terlihat membuat Anda lebih besar ingin menggeleng. Berkarakter bisa diartikan sebagai berkepribadian, berprilaku, berwatak, ataupun bersifat. Karakter yang saya bicarakan di sini adalah berkarakter baik yang dapat diartikan sebagai berkepribadian luhur, berwatak baik, ataupun bersifat mulia. Sedangkan, seperti yang dapat terlihat, Negara Indonesia belum bisa disebut sebagai negara dengan pemimpin berkarakter. Itu artinya Indonesia butuh pemimpin dengan prioritas yang membawa rakyatnya menuju kesejahteraan abadi. Bukannya pemimpin dengan janji-janji abadi yang membawa negara menuju kesejahteraan.
            Sekarang, lihatlah cermin kepribadian pemimpin Indonesia. Pantaskah disebut berkarakter? Tidak dan belum pantas. Sebut saja ketidaksiplinan anggota DPR. Berapa banyak wakil rakyat yang bolos sidang dan tidak tertib? Padahal mereka sebagai perwakilan rakyat dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah seharusnya memikul amanah dengan baik, bukannya malah mencoreng nama sendiri dan Bangsa Indonesia khususnya. Pejabat yang terlibat korupsi dan penyuapan juga tidak dapat dibilang sedikit. Pantaslah Indonesia termasuk dalam 5 besar negara terkorup di dunia. Betapa mereka seharusnya malu dan takut pada ancaman pidana korupsi.

Kamis, 15 Agustus 2013

[ARTIKEL] Berlibur dengan Cerdas


Liburan telah tiba. Saatnya beristirahat sejenak dari aktivitas sekolah yang melelahkan dan menjenuhkan. Mungkin sebagian orang akan menghabiskan waktu liburnya dengan menonton film atau menghabiskan uang di pusat perbelanjaan. Tapi, bagaimana jika kita mengubah gaya berlibur kita dengan kegiatan yang lebih bermanfaat? Tenang saja, bukan berarti Anda harus mengisinya dengan kegiatan belajar atau mengerjakan soal-soal pada  saat liburan. Bukan,  karena kegiatan seperti itu dapat menimbulkan kejenuhan dan berdampak tekanan psikis bagi jiwa Anda. Yang dimaksud berlibur dengan cerdas di sini adalah liburan yang memberikan manfaat, pengetahuan baru tentang banyak hal, atau mungkin saja tentang pengetahuan yang ada di alam, hubungan sosial, dan lain-lain.

Senin, 12 Agustus 2013

[ESAI] Minat Baca Masyarakat Indonesia



Sebagai negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia sarat akan permasalahan. Dari dulu hingga sekarang, permasalahan yang tak pernah tuntas adalah soal pendidikan dan angka buta huruf yang masih tinggi. Bagaimanapun pemerintah berusaha mengatasinya. Hal ini tak lain dan tak bukan juga dipengaruhi oleh minat masyarakat terhadap membaca yang masih rendah. Sebagian orang mungkin percaya, tingginya kualitas suatu bangsa sama seperti tingginya minat baca penduduk di negara tersebut. Semakin tinggi minat bacanya, semakin tinggi pula kualitasnya. Semakin rendah kualitas bangsanya, maka rendah pula minat bacanya. Bagaimana suatu bangsa bisa maju kualitas dan pendidikannya apabila bangsa itu sendiri tak gemar membaca? Membaca dapat membuka dan memperluas wawasan kitaakan pentingnya sebuah bacaan. Dari sebuah bacaan, kita dapat menemukan berbagai macam hal positif yang negatif sehingga dapat membentuk kesadaran moral dan emosional sejak dini. Pentingnya membaca buku ini juga disampaikan oleh Bung Hatta, membaca buku membentuk watak bangsa. Kenapa?karena watak bangsa itu sendiri dipengaruhi oleh watak masing-masing individu yang terlibat langsung dan tidak langsung di dalamnya. Untuk bisa menjadi individu yang mempunyai pribadi baik, tak bisa didapat begitu saja. Perlu usaha, dan usaha pertama yang bisa dilakukan dapat dimulai dari membaca. Membaca bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan atau sekedar tahu saja. Membaca juga bisa membentuk karakter individu menjadi lebih dewasa.