18-07-2014
Jum’at ini rumah saya
kedatangan sekarung penuh cengkeh dari kebun Mbah. Dan dengan sukarela
saya memetiki buah cegkeh tersebut untuk
memisahkannya dari ratingnya. Hmm.. kalau dicium-cium bau cengkeh ini sebetulnya
harum, tapi kalau lama-lama juga memabukkan sampai saya terpusing-pusing. Tapi
tak apalah. Siapa tahu saya juga dapat untung kerjakan ini. Huehehe
Tentu kalian tahu, komoditi
yang satu inilah yang menyebabkan banyak bangsa asing datang ke indonesia
dahulu. Mereka mengambil cengkeh kemudian menjualnya ke negara lain dengan
harga yang sangat tinggi. Sampai sekarang pun harga cengkeh masih tergolong tinggi.
Yaitu sekitar 40.000 per kilonya. Pada zaman sekarang, cengkeh tak hanya
dijadikan sebagai rempah-rempah pelengkap masakan saja, tapi juga diolah
menjadi minyak atsiri serta dicampurkan dalam beberapa jenis rokok.
Bagi kalian yang belum
tahu bagaimana bentuk cengkeh, biar saya kasih tahu. Cengkeh itu bentuknya
kecil dan yang biasa dijual adalah yang warnanya masih hijau dan muda. Buah cengkeh
terdapat di ujung ranting yang jika sudah tua buah tersebut akan mekar menjadi
bunga seperti bunga jambu. See? ^^
@zulfasalsa



0 komentar:
Posting Komentar