Senin, 21 Juli 2014

Laporan Kegiatan Bulan Ramadhan (9): Jadi Pemetik Cengkeh

18-07-2014
Jum’at ini rumah saya kedatangan sekarung penuh cengkeh dari kebun Mbah. Dan dengan sukarela saya  memetiki buah cegkeh tersebut untuk memisahkannya dari ratingnya. Hmm.. kalau dicium-cium bau cengkeh ini sebetulnya harum, tapi kalau lama-lama juga memabukkan sampai saya terpusing-pusing. Tapi tak apalah. Siapa tahu saya juga dapat untung kerjakan ini. Huehehe
Tentu kalian tahu, komoditi yang satu inilah yang menyebabkan banyak bangsa asing datang ke indonesia dahulu. Mereka mengambil cengkeh kemudian menjualnya ke negara lain dengan harga yang sangat tinggi. Sampai sekarang pun harga cengkeh masih tergolong tinggi. Yaitu sekitar 40.000 per kilonya. Pada zaman sekarang, cengkeh tak hanya dijadikan sebagai rempah-rempah pelengkap masakan saja, tapi juga diolah menjadi minyak atsiri serta dicampurkan dalam beberapa jenis rokok.
Bagi kalian yang belum tahu bagaimana bentuk cengkeh, biar saya kasih tahu. Cengkeh itu bentuknya kecil dan yang biasa dijual adalah yang warnanya masih hijau dan muda. Buah cengkeh terdapat di ujung ranting yang jika sudah tua buah tersebut akan mekar menjadi bunga seperti bunga jambu. See? ^^

@zulfasalsa

0 komentar:

Posting Komentar